Advertisement

Kamis, 31 Desember 2009

Duka di Akhir Tahun 2009

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah meninggal dunia pada Hari Rabu pukul 18.45 WIB di RSCM. Beliau Lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940, dan meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun
Semoga Beliau Mendapatkan Rahmat, Ampunan dan Tempat yang Terbaik diSisiNya. Amiin

Suatu kesedihan yang sangat mendalam karena ditinggal pergi oleh sang Idola "KH.Abdurrahman Wahid" sehingga tak mampu lagi saya untuk mengungkapkan dengan kata - kata. Berikut adalah sebuah Artikel dari Bapak Yahya Staquf yang ingin saya sampaikan untuk berbagi dengan saudara - saudara Blogger seTanah Air

[ Kamis, 31 Desember 2009 ]
Yahya C. Staquf: Gus Durku, Bung Karnoku...
INI kehilangan tak terperi. Tapi, diam-diam aku merasakannya seperti formalitas saja. Ketuk palu atas sesuatu yang ditetapkan sebelumnya.

Kehilangan yang sesungguhnya telah terjadi dua be­las tahun lalu, ketika suatu hari kamar man­di kantor PB NU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di Kramat Raya, Jakarta, tak kunjung terbuka. Kamar man­di itu terkunci dari dalam dan Gus Dur berada di dalamnya.

Orang-orang meng­gedor-gedor pintu, tak ada sahutan. Ketika akhirnya pintu itu dijebol, orang mendapati Gus Dur tergeletak bersimbah darah muntahannya. Itulah strokenya yang pertama dan paling dahsyat yang sungguh-sungguh merenggut kedigdayaan fisiknya.

Sebelum malapetaka tersebut, Gus Dur adalah sosok ''pendekar'' yang nyaris tak terkalahkan. Waktu itu, tak ada yang tak sepakat bahwa beliau adalah salah satu tumpuan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tapi, ketika akhirnya memperoleh kesempatan menakhodai bang­sa ini, keruntuhan fisik telah membelenggu beliau sedemikian rupa, sehingga gelombang pertempuran yang terlampau berat pun menggerusnya.

Saya tak pernah berhenti percaya bahwa seandainya yang menjadi presi­den waktu itu adalah Gus Dur sebelum sakit, pastilah hari ini Indonesia sudah punya wajah yang berbeda. Wajah yang lebih cerah dan lebih bersinar harapannya.

Saya telah menjadi pengagum berat Gus Dur dan mendaulat diri sendiri sebagai murid beliau sejak ma­sih remaja. Tapi, Gus Dur memang telampau besar untukku, sehingga aku tak pernah mampu menangkap secuil pemahaman yang berarti dari ilmunya, kecuali senantiasa terlongong-longong takjub oleh gagasan-gagasan serta tindakan-tindakannya

Ketika datang kesempatan ba­gi­ku untuk benar-benar mendekat secara fisik dengan tokoh idolaku, yaitu saat ditunjuk menjadi salah seorang juru bicara presiden, saat itulah pengalaman-pengalaman besar kualami. Bukan karena aku melompat dari san­tri kendil menjadi pejabat negara. Bukan sorot kamera pa­ra wartawan, bukan pula ta'dhim pegawai-pegawai negeri. Tapi, inspirasi-inspirasi yang berebutan menjubeli kepala dan dadaku dari penglihatanku atas langkah-langkah presidenku.

Sungguh, langkah-langkah Pre­siden Gus Dur waktu itu mengingatkanku kembali pada kitab DBR (Di Bawah Bendera Revolusi) yang kukhatamkan sewaktu kelas satu SMP dulu. Mengingatkanku pada ''Nawaksara'', mengingatkanku pada ''Revolusi belum selesai!''

Orang-orang mengecam kegemarannya berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum di­anggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia. Namun, aku justru melihat, daftar negara-negara yang beliau kunjungi itu identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika.

Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahun, sedangkan kita meng­impor lebih dari separo jumlah itu, dari Amerika pula. Karena itu, presidenku datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika.

Venezuela mengipor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan kita mengekspor seratus persen rempah-rempah kita ke sana. Maka, presidenku menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari kita.

Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hassanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunei Darussalam. Lalu, melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan duit mereka dari bank-bank di Singapura ke sana...

Barangkali pikiranku melompat serampangan. Tapi, sungguh yang terbetik di benakku waktu itu adalah bahwa Gus Dur, presidenku, sedang menempuh jalan menuju cakrawala yang dicita-citakan pendahulunya, Pemimpin Besarku, Bung Karno.

Yaitu, mengejar kemerdekaan yang bukan hanya label, tapi kemerdekaan hakiki bagi manusia-manusia Indonesia. Yaitu, bahwa masalah-masalah bangsa ini hanya bisa dituntaskan bila berbagai ketidakadilan dalam ta­ta dunia yang mapan pun dapat diatasi. Yaitu, bahwa dalam perjuangan semesta itu harus tergalang kerja sama di antara bangsa-bangsa tertindas menghadapi bangsa-bangsa penindas.

Hanya, Gus Dur mengikhtiarkan perjuangan tersebut dengan caranya sendiri. Bukan dengan agitasi politik, bukan dengan machtsforming, tapi dengan lang­kah-langkah taktis yang substansial, cara-cara yang selama karir politiknya memang menjadi andalannya.

Yang bagi banyak orang terlihat sebagai kontroversi, bagiku adalah cara cerdik beliau menyiasati pertarungan melawan kekuatan-kekuatan besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang terlampau berat untuk ditabrak secara langsung dan terang-terangan. Gus Dur terhadap Bung Karno, bagiku, layaknya Deng Xiao Ping terhadap Mao Tse Tung.

Tapi, pahlawanku bertempur di tengah sakit, seperti Panglima Besar Soedirman di hutan-hutan gerilyanya. Maka, nasib Diponegoro pun dicicipinya pula...

Banyak orang belakangan bertanya-tanya, mengapa orang tua yang sakit-sakitan itu tak mau berhenti saja, beristirahat menghemat umurnya, daripada ngotot seo­lah terus-menerus mencari-cari posisi di tengah silang-sengkarut dunia yang kian semrawut saja.

Saksikanlah, wahai bangsaku, inilah orang yang terlalu men­cintaimu, sehingga tak tahan walau sedetik pun meninggalkanmu. Inilah orang yang begitu yakin dan determined akan cita-citanya, sehingga rasa sakit macam apa pun tak akan bisa menghentikannya. Selama napas masih hilir-mudik di paru-parunya, selama detak masih berdenyut di jantungnya, selama hayat masih dikandung badannya.

Kini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menyelimutkan kasih sayang paripurnanya untuk hamba-Nya yang mulia itu. Memperbolehkannya beristirahat dari dunia tempat dia mengais bekal akhiratnya. Semoga sesudah ini segera tercurah pula kasih sayang Allah untuk bangsa yang amat dicintainya ini agar dapat beristirahat dari silang-sengkarut nestapa rakyatnya.

Gus Durku, Bung Karnoku... Selamat jalan...

*). Yahya C. Staquf, mantan juru bicara Gus Dur

Kamis, 17 Desember 2009

Selamat Tahun Baru 1431 H

Do,a Akhir Tahun (dibaca setelah Sholat Ashar 3X)
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Wa sallallaahu ‘ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa sahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardaahu wa wa’attani ‘alaihis-sawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu minni wa laa taqta’ rajaa’i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu,sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya,dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

Do'a Awal Tahun (dibaca setelah Sholat Maghrib 3X):
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa 'aalihi wa sahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa 'alaa fadlikal-'azimi wa juudila-mu'awwali, wa hazaa 'aamun jadidun qad aqbala nas'alukal 'ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa 'aalihi wa ashaabihii wa sallam
Amin yaa rabbal 'alamin
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu
yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan
dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak
pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami
kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal 'alamin
Semoga do'a ini bermanfaat.
Mohon maaf bila ada kesalahan.
Selamat Tahun Baru 1431 Hijriyah

Jumat, 06 November 2009

Memenuhi PanggilanMu - Labbaik Allahumma Labbaik


Berdo'a sebelum melaksanakan perjalanan Suci





Berpamitan dengan sanak saudara dan warga sekitar





Sebelum upacara pemberangkatan di Wisma Semen Gresik



persiapan keberangkatan Ibu Mertua dan Ibu sambil menggendong sikecil di Asrama Haji Sukolilo



Panitia: Saya, Kakak, Ayah, Adik (Fotografer)


Haji adalah rukun Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu, baik material, fisik, dan keilmuan, dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.

Adapun kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Info: CJH Gresik seluruhnya berjumlah 1.790 orang. Namun, kini hanya tinggal 1.783 karena 7 orang diantaranya batal berangkat, 2 meninggal, 4 sakit dan 1 hamil.
KBIH PT Semen Gresik yang memberangkatkan 221 Calon Jamaah haji dalam rombongan kloter 46.
Pada tahun ini Ibu saya melaksanakan Ibadah Haji hanya seorang diri tanpa didampingi Ayah maupun saudara, hanya para tetangga dan Mertua saya yang lain KBIH.
Semoga diberi oleh Allah kelancaran, kemudahan serta keselamatan didalam melaksanakan Ibadah selama di Tanah Suci dan semua perjalanannya khususnya Ibu, Ayah dan Ibu Mertua, para tetangga, warga Gresik, serta seluruh CJH Indonesia pada Umumnya, sehingga dapat pulang ke Tanah Air dengan membawa predikat sebagai Haji Mabrur. Amin Ya Robbal 'Alamin

“Haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga.” (H.R. Bukhari)

Rabu, 21 Oktober 2009

Selamat Ulang Tahun Anakku, Sampai Berjumpa Lagi



Namanya Muhammad, mata dan alisnya mirip denganku, hidungnya kecil mancung dan lancip kombinasi antara aku dan istriku, rambutnya agak keriting, janggutnya lancip seperti janggut ibunya, tubuhnya kecil karena bobotnya yang kurang dari 2 kilo, bentuk tubuhnya kebanyakan mirip denganku, kulitnya tidak terlalu putih agak kemerah-merahan, maklum saja karena dia baru lahir.

Itulah gambaran sekilas tentang Alm anakku Muhammad, dia lahir pada tanggal 22 oktober 2003, 24 Sya'ban 1424 H, pukul 14:00, dan meninggal keesokan harinya dengan jam yang sama pula, Maafkanlah aku nak yang tidak sempat mengabadikan gambarmu dikarenakan merawat ibumu yang dalam kondisi kritis dan lemah setelah menjalani operasi cesar, dan kamu langsung dibawa keruang isolasi untuk dimasukkan ke incubator, sementara aku hanya bisa mengadzanimu dari balik kaca, masih terasa sesak dada ini jika mengingatnya, akan tetapi bayanganmu selalu ada dalam ingatanku, selalu terngiang didalam mimpiku, akan kujaga kenangan indah ini hingga akhir hayat nanti.

Anakku, sekarang kamu sudah bahagia di Alam sana, di Alam yang abadi serta diterima disisi-Nya, itulah janji Allah kepadamu, kelak jika aku dan ibumu telah meninggalkan dunia fana ini, akan langsung mencari-cari suaramu yang memanggil-manggil nama kami, akan siap dan dengan senang hati untuk menerima uluran tangan darimu, sehingga kita dapat bertemu lagi.
Allahu Akbar, Allah Maha Agung, Allah berkuasa atas segala-galanya.
Selamat Ulang Tahun Anakku dan Sampai Berjumpa Lagi

Rabbi hablii mil ladunka dzurriyyatan thayyibah
innaka samii'ud du'aa-
(Ali Imran 3:38)
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik.
Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a"


رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحرَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“ Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh “ ( Qs Al Shoffat : 100 )

Senin, 05 Oktober 2009

Bela Sungkawa Sedalam- dalamnya Atas Korban Gempa Sumatra

Semoga Arwah para korban Gempa di Sumatra mendapatkan tempat yang layak disisiNya, semoga Keluarga beserta sanak saudara yang ditinggalkan diberikan Ketabahan dan RahmatNya, dan berikanlah kemudahan kepada seluruh tim penolong dalam bekerja...Amiin Ya Robbal 'Alamiin



Doa Tolak Balak
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan menyebut nama allah yang maha pemurah lagi mmaha penyayang
اللهم ادفع عناالغلاءوالبلاء والوباء والفحشاء والمنكر والسيوف المختلفة والشدائد والمحن ماظهر منها ومابطن من بلدنا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيئ قدير
ya allah hindarkanlah kami dari resesi ekonomi , musibah, penyakit, kekejian, kemungkaran dan bencana yang timbul karena perang, kesulitan kesulitan dari berbagai petaka baik yang lahir maupun yan batin dari negeri kami khususnya atau dari negeri kaum muslimin pada umumnya, sesungguhnya enkau maha kuasa atas segala sesuatu.

Minggu, 20 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H - Maafkan saya Ya ?....





Maafkan atas segala kesalahan - kesalahan saya selama ini baik dari komentar - komentar maupun beberapa postingan dari yang disengaja maupun yang tidak disengaja....
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H - Minal 'Aidin Wal Fa'izin - Mohon Maaf Lahir & Batin

Kamis, 17 September 2009

Ramadlan 1430 H / 2009 M (Sebuah Catatan)


Pada awal Ramadlan ini guru saya yang juga kakak sepupu saya bertanya pada saya, "Bulan Ramadlan ini kegiatan sampean yang menonjol apa saja ji ?", "baca Al Qur'an sekuatnya, I'tikaf di Masjid Jami' Gresik dan Masjid Jami' Sunan Giri yang kebetulan tidak jauh dari rumah saya, alias topo", dengan nada sedikit bercanda,…"Bagus, dan juga dekat dengan makam para Wali dan Habaib, Istiqomah ya ji", jawab beliau, "InsyaAllah pak Zami'" jawabku.

Beberapa menit kemudian aku tersadar akan isi percakapanku dengan beliau, atas permintaan "Istiqomah" yang beliau ucapkan dan jawaban "InsyaAllah" dariku, ada sedikit beban didalamnya, yang mengusik hati ini, tiba – tiba teringatlah aku ketika masih berada di Pesantren, dimana setiap kegiatan selalu terjadwal dengan baik dan tertata sedemikian rupa, sedangkan pembagi jadwal adalah Beliau sendiri Gus Zami' dan Alm Ust Hamidy yang juga masih saudara sepupu (Semoga Allah mengampuni dosa - dosanya serta memberi tempat yang baik dsisiNya…Amiin)

Saya, "lagi nulis apa Bah?", Alm, "Jadwal ngaji anak – anak, beserta kegiatannya mi", saya, "kok nggak anak – anak saja yang nulis Bah?, kan jadwal tahun kemarin sudah ada?, kan gampang, tinggal nyontoh saja", Alm, "nggak lah, kan tiap tahun selalu ada perkembangan", saya, "Ooh gitu ya", Alm, "tujuan ditulis jadwal ini adalah, supaya anak – anak melencengnya tidak jauh – jauh dari jadwal ini, lalu mereka kembali lagi ke programnya", saya, "Ooh ya, sekarang saya mengerti".

Ramadlan ini saya mencoba memprogram seperti yang para Guru telah contohkan pada saya ketika di Pesantren dulu, dan Alhamdulilla hingga hari ini program tersebut berjalan sesuai dengan rencana, cuma ada sedikit kebocoran disana – sini, maklum dikarena kesibukan duniawi yang juga termasuk ibadah,

Perjalanan saya dalam mengarungi Ibadah di bulan Ramadlan terasa lebih istimewa dari tahun – tahun sebelumnya yang tidak tertata sama sekali, yang biasanya cuma sedikit kegiatan keagamaan sekarang terjadi peningkatan yang signifikan, Alhamdulillah, semakin banyak santapan rohani di bulan puasa nan suci ini.
Sayapun ditakdirkan Allah bertemu dengan teman – teman baru yang jauh lebih senior dari saya (H .Jailani 72 th, H. Farid 65 th), dari sinilah kami saling mengenal satu sama lain serta saya banyak belajar dari mereka tentang kehidupan.

Tiba saatnya sang tamu mulia Ramadlan beranjak meninggalkan kita beberapa hari lagi. Kemarin sore di Masjid Jami' Gresik, H.Jailani berjalan pelan mendekati saya yang sedang asyik mengaji, "Assalamu'alaikum ji" sambil tersenyum, saya, "Wa'alaikum salam Pak Haji", kemudian beliau duduk bersila didepan saya, dengan suara lirih beliau berkata, H. Jailani, "ji, Do'akan semoga kita diberi kesehatan serta kesempatan oleh Allah untuk bertemu lagi di Bulan Suci Ramadlan tahun depan ya", saya, "Insya Alaah Amiin Pak Haji",H.Jailani tersenyum dan meneteskan air mata, melihat hal yang demikian itu hati saya tergetar dan berdo'a dalam hati "semoga kami diberi umur panjang sehingga dapat bertemu lagi dengan Ramadlan – RamadlanMu yang mulia Ya Allah".

Ramadlan adalah bulan suci mulia yang selalu dinantikan kehadirannya dan selalu ditangisi kepergiannya oleh orang – orang yang beriman, itulah kenapa Allah menciptakannya hanya sekali dalam setahun agar kita selalu rindu akan kehadirannya sebagai bulan yang penuh berkah, penuh rahmat dan ampunan.

Terima kasih Gus Zami' atas Hidayah yang diberikan Allah melalui Anda, teman – teman Masjid H. Jailani, H. Farid yang menemaniku bermujahadah menuju jalanMu, Sejawat Blogger BangBongJun,Om Srex, Om Bontot, Mr.Psycho, Quinie, Melyn Hiatus, Mbak Aisha serta yang lainnya yang telah memberi tambahan ilmu pengetahuan,semangat dan warna baru dalam kehidupan saya.
"semoga kami diberi umur panjang sehingga dapat bertemu lagi dengan Ramadlan – RamadlanMu Ya Allah".

Hadiyah Fatihah dan Do'a buat Alm Ust. Hudaya Munief Hamidy

(Fer by Masjid Jami' Grissee)

Jumat, 04 September 2009

Memasuki Pertengahan Ramadlan 1430 H, 2009 M

Sehari menyambut bulan suci Ramadlan warga berbondong - bondong berziarah ke makam leluhur, sanak keluarga, teman, guru dsb






Suasana I'tikaf




Belajar Mengaji, Generasi Al-Qur'an




Pengajian Rutin Menjelang Berbuka




Buka Bersama




Sholat Tarawih







"Bagaimana kualitas Ramadlan kita tahun ini ?, sudahkah kita meningkatkan amal ibadah kita dibulan suci ini ?"

Selasa, 25 Agustus 2009

Bila Al Qur'an bisa bicara

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al A'raaf [7] : 36)

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau. Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah). Di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu. Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku. Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk Hanya sekedar
membaca berita murahan dan gambar sampah.

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba...... Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati... Di kuburmu nanti.... Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat. Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu. Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci. Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang disampaikan oleh Jibril
kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu... Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu. Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu,
Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"

Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dibulan Romadlon, karena ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Romadlon 1430 H

Fernando by Ilmi

Selasa, 18 Agustus 2009

Berita Duka


Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un, Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un, Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un, pagi ini pukul 02:20 hari selasa dini hari tanggal 27 Sya'ban 1430 H, bertepatan dengan tanggal 18 Agustus 2009, kota Gresik, Surabaya dan Jawa Timur dikagetkan dengan berita duka, telah kembali ke Rahmat Allah "KH. Ahmad Asrori al Ishaqi", semoga Beliau mendapatkan Rahmat dan SurgaNya...Amiin
Selamat Jalan Kyai Asrori...

sekilas mengenai Biografi KH. Asrori Al Ishaqi semoga kita bisa mengambil hikmah dan meneruskan perjuangan Beliau amiin.

KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi merupakan putera dari Kyai Utsman Al-Ishaqi. Beliau mengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren Al-Fithrah yang diasuh Kiai Ahmad Asrori, putra Kiai Utsman Al-Ishaqy. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dalam dunia Islam, tarekat Naqsyabandiyah dikenal sebagai tarekat yang penting dan memiliki penyebaran paling luas; cabang-cabangnya bisa ditemukan di banyak negeri antara Yugoslavia dan Mesir di belahan barat serta Indonesia dan Cina di belahan timur. Sepeninggal Kiai Utsman tahun 1984, atas penunjukan langsung Kiai Utsman, Kiai Ahmad Asrori meneruskan kedudukan mursyid ayahnya. Ketokohan Kiai Asrori berawal dari sini.

Tugas sebagai mursyid dalam usia yang masih muda ternyata bukan perkara mudah. Banyak pengikut Kiai Utsman yang menolak mengakui Kiai Asrori sebagai pengganti yang sah. Sebuah riwayat menceritakan bahwa para penolak itu, pada tanggal 16 Maret 1988 berangkat meninggalkan Surabaya menuju Kebumen untuk melakukan baiat kepada Kiai Sonhaji. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana sikap Kiai Asrori terhadap aksi tersebut namun sejarah mencatat bahwa Kiai Arori tak surut. Ia mendirikan pesantren Al-Fithrah di Kedinding Lor, sebuah pesantren dengan sistem klasikal, yang kurikulum pendidikannya menggabungkan pengetahuan umum dan pengajian kitab kuning. Ia juga menggagas Al-Khidmah, sebuah jamaah yang sebagian anggotanya adalah pengamal tarekat Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Jamaah ini menarik karena sifatnya yang inklusif, ia tidak memihak salah satu organisasi sosial manapun. Meski dihadiri tokoh-tokoh ormas politik dan pejabat negara, majelis-majelis yang diselenggarakan Al-Khidmah berlangsung dalam suasana murni keagamaan tanpa muatan-muatan politis yang membebani. Kiai Asrori seolah menyediakan Al-Khidmah sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menempuh perjalanan mendekat kepada Tuhan tanpa membedakan baju dan kulit luarnya. Pelan tapi pasti organisasi ini mendapatkan banyak pengikut. Saat ini diperkirakan jumlah mereka jutaan orang, tersebar luas di banyak provinsi di Indonesia, hingga Singapura dan Filipina. Dengan kesabaran dan perjuangannya yang luar biasa, Kiai Asrori terbukti mampu meneruskan kemursyidan yang ia dapat dari ayahnya. Bahkan lebih dari itu, ia berhasil mengembangkan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ke suatu posisi yang mungkin tak pernah ia bayangkan.

Kiai Asrori adalah pribadi yang istimewa. Pengetahuan agamanya dalam dan kharisma memancar dari sosoknya yang sederhana. Tutur katanya lembut namun seperti menerobos relung-relung di kedalaman hati pendengarnya. Menurut keluarga dekatnya, sewaktu muda Kiai Asrori telah menunjukkan keistimewaan-keistimewaan. Mondhoknya tak teratur. Ia belajar di Rejoso satu tahun, di Pare satu tahun, dan di Bendo satu tahun. Di Rejoso ia malah tidak aktif mengikuti kegiatan ngaji. Ketika hal itu dilaporkan kepada pimpinan pondok, Kiai Mustain Romli, ia seperti memaklumi, “biarkan saja, anak macan akhirnya jadi macan juga.” Meskipun belajarnya tidak tertib, yang sangat mengherankan, Kiai Asrori mampu membaca dan mengajarkan kitab Ihya’ Ulum al-Din karya Al-Ghazali dengan baik. Di kalangan pesantren, kepandaian luar biasa yang diperoleh seseorang tanpa melalui proses belajar yang wajar semacam itu sering disebut ilmu ladunni (ilmu yang diperoleh langsung dari Allah SWT). Adakah Kiai Asrori mendapatkan ilmu laduni sepenuhnya adalah rahasia Tuhan, wallahu a’lam. Ayahnya sendiri juga kagum atas kepintaran anaknya. Suatu ketika Kiai Utsman pernah berkata “seandainya saya bukan ayahnya, saya mau kok ngaji kepadanya.” Barangkali itulah yang mendasari Kiai Utsman untuk menunjuk Kiai Asrori (bukan kepada anak-anaknya yang lain yang lebih tua) sebagai penerus kemursyidan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah padahal saat itu Kiai Asrori masih relatif muda, 30 tahun.



Minggu, 16 Agustus 2009

Terima Kasih Pahlawan




Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki (QS. Ali ‘Imran, 3:169)

"Lebih baik berkalang tanah, daripada hidup dijajah"

*Sebaris kalimat yang pendek namun memiliki cerita panjang, deretan untaian kata yang mampu membangkitkan semangat jihad untuk hidup mulia atau mati syahid (pekik Allahu Akbar). Membidani lahirnya semboyan nasional "Merdeka Atau Mati". Itulah motivator kemerdekaan negeri ini, yang dibangun di atas mayat-mayat para syuhada, tanah yang menjadi merah tersirami oleh darah dan air mata.

Rasa terpanggil untuk membela harkat dan martabat bangsa menggema di sanubari, tanpa pamrih setiap anak bangsa bahu membahu menghalau penjajah. Semenjak pengusiran Portugis dari Sunda Kelapa di tahun 1527 M, sampai dikembalikannya Irian Barat ke bumi pertiwi di tahun 1963. Tidak terhitung pengorbanan yang direlakan, baik harta, nyawa maupun tahta yang semuanya berujung pada tegaknya amar ma'ruf nahi munkar, dengan proklamasi kemerdekaan sebagai hadiahnya.*

Ketika Para Ulama' mengeluarkan fatwa "'isy kariman au mut syahidan" yaitu " Hidup Mulia Atau Mati syahid", seketika itu terbakarlah semangat untuk berjuang, terlecutlah semangat untuk merdeka dari semua kalangan bangsa ini, dari fatwa itulah timbul rasa cinta yang mendalam terhadap agama nusa dan bangsa, kita tidak dapat membayangkan bagaimana mereka menghadapi tentara penjajah dengan persenjataan yang jauh lebih canggih dari milik bangsa kita, mungkin para pejuang kita hanya berbekal sebuah senapan, pedang, keris atau bahkan hanya bambu runcing saja.
Tetapi ada satu senjata yang sangat ampuh yaitu kalimat LaailahaIllallah MuhammaduRrosulullaah….AllaahuAkbar!!, yang terus diucapkan para pejuang kita menuju peperangan, hingga Allah menakdirkan kita merdeka.

Subhanallah, sampai saat ini pun saya masih belum bisa membayangkan betapa gigihnya para pejuang kita menghadapi para penjajah.
Alhamdulilah kita telah merdeka, terima kasih pahlawan, terima kasih pahlawan, terima kasih pahlawan dan semoga saudara kita di Palestina juga segera diberikan kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini….Amiin


intisari:

- Mati syahid merupakan cita-cita tertinggi umat Islam. Salah satu jalan menuju mati syahid adalah berjuang di jalan Allah.
- Menurut istilah, syahid artinya berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah.
- Siapa yang berjuang membela harta miliknya, jiwanya, keluarganya, agamanya, dan meninggal dalam perjuangannya itu, maka ia meninggal fi sabilillah atau mati syahid .
- “Isy kariman au mut syahidan“, hiduplah mulia atau mati syahid!. Kemuliaan hidup dan mati syahid hanya dapat digapai dengan satu jalan: berjuang di jalan Allah. (Sayid Qutb, Pejuang Islam dari Mesir)
Al-Quran dan Sunnah sangat banyak dan sering sekali menggunakan kata jihad dalam makna pertempuran.
- 6 keistimewaan yang mati syahid yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.
- Barangsiapa yang mati di jalan Alloh, mati karena penyakit tho’un, mati disebabkan penyakit di perut, orang yang tenggelam, mempertahankan hartanya maka dia syahid.
- Menentukan syahid bagi seseorang, dengan menta’yin bahwa dia syahid, tidak boleh kecuali yang disaksikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau umat sepakat atas kesyahidannya.

* Sumber: Catatan - Gusman Natawidjaja



Marhaban Ya Ramadlan - Selamat Datang Bulan suci Ramadlan

Kamis, 30 Juli 2009

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

(Fernando by Viona)...foto diatas kali ini bukan hasil rekayasa, melainkan hanya diperkecil saja hahahaha

Minggu, 19 Juli 2009

Dirikanlah Sholat




Sudahkah Anda Sholat?, kata -kata itu sering kita dengar beratus - ratus kali bahkan beribu – ribu kali. Sering kali kita menganggap bahwa sholat adalah sebagai ritual saja atau kewajiban sebagai makhluk semata bukan menjadi suatu kebutuhan dalam diri kita, sehingga cenderung bermalas - malasan dalam menjalankannya.

Dahulu ketika kita masih kecil Orang Tua kita begitu disiplin dalam mendidik anak-anaknya untuk sholat, sedangkan kita tidak tahu untuk apa sholat dilaksanakan, sang anak bertanya kepada Ibunya,"Ibu, kenapa sih kita harus sholat?", dengan jawaban yang sederhana sang ibu menjawab "Sholat adalah tiang agama nak, dan besok yang dinilai amaliah pertama kali di akhirat kelak adalah sholat kita", sang anak masih bingung.

Seiring dengan waktu sehingga bertambahnya ilmu serta kedewasaan berfikir, sang anak tersebut perlahan mulai merasakan hikmah dibalik sholat yang selama ini ia lakukan hanya sebagai ritual kewajiban semata, benar kata ibuku bahwa sholat adalah tiang agama, sholat dapat menahan diri dari perbuatan jelek serta kemungkaran.

Pada saat ini bangsa kita terkenal dengan bangsa yang korup, bangsa yang kejam dsb bangsa kita runtuh oleh ulah tangan – tangan orang yang tak bertanggung jawab, tetapi apakah mereka tidak melaksanakan sholat?. kebanyakan mereka juga melaksanakan sholat tetapi hanya melakukan sebagai ritual kewajiban saja.

Diantara sholat yang benar selain dari syarat rukunnya adalah mampu menghadirkan diri kita menghadap kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa (khusyu’) sehingga terjadi dialog antara makhluk kepada Sang kholiq, Tuhan tidak jauh bahkan sangat dekat dari yang kita bayangkan,

Adapun seseorang yang mengamalkan atau menjalankan sholat dengan benar akan selalu mendapatkan bimbingan serta petunjukNya, otomatis setiap perilaku dan tindak tanduknya akan selalu terjaga dari tindakan tercela dan dosa.

Sholat adalah do’a, sholat dapat menahan diri dari perbuatan jelek serta kemungkaran , sholat adalah penyembuh dari jiwa – jiwa yang sakit.
Sekali lagi benar kata sang ibu bahwa, "besok yang dinilai amaliah kita pertama kali di akhirat kelak adalah sholat kita nak", So sudahkah kita melaksanakan sholat dengan benar?...Sudahkah Anda Sholat?



Fernando by Mom

Jumat, 17 Juli 2009

bekal kematian



bagaimana dengan kita
bila kematian merenggut hidup kita
sementara kita masih merajut dosa
merenda maksiat

bagaimana dengan kita
jika malaikat maut menjemput dengan paksa
sementara kita sedang di puncak gairah
bersama pasangan ilegal kita

bagaimana dengan kita
kalau saja ajal datang tanpa kompromi
sementara kita sedang sakauw
dengan segenggam putauw

bagaimana dengan kita
jika kematian membuyarkan semua harapan
sementara kita masih berjalan
dalam kegelapan tanpa arah

bagaimana dengan kita
kalau ajal menghentikan kenikmatan hidup
sementara kita masih mengumbar kesombongan
dan masih alergi dengan kebenaran

bagaimana dengan kita
ketika Allah mengambil nyawa kita
sementara kita tak pernah mengingat-Nya
bahkan terbiasa menantang-Nya

bagaimana dengan kita
saat jasad ditinggal ruh
padahal kita masih betah menjahit kedengkian
sangat bernafsu menyebar hasad

bagaimana dengan kita
ketika badan tanpa nyawa menuju ke liang kubur
padahal kita masih membenci kebenaran
bahkan bernafsu membungkam penyerunya

bagaimana dengan kita
saat sang malakul maut mencabut nyawa
sementara bekal tak pernah kita miliki
hanya dosa yang menggunung

bagaimana dengan kita
saat keranda jenasah kita
diusung diiringi tangisan keluarga
sementara yang kita miliki hanya segunung dosa
apa bekal kita?
haruskah menderita dalam kehidupan abadi?
Naudzubillahi min dzalik.



(Fer By Najm)

Senin, 29 Juni 2009

Agar Bebas Berbuat Maksiat


Pada suatu masa ada seorang pemuda yang menemui Ibrahim bin Adham r.a. dan berkata, “Ya Aba Ishak! Saya ini suka melakukan dosa. Tolong dong, ada tips nggak biar saya bisa nggak maksiat lagi.”
Mendengar hal ini, Ibrahim bin Adham r.a. pun berkata, “Jika bisa memenuhi lima syarat berikut ini, kamu bebas untuk melakukan perbuatan maksiat.”
“Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?” Lelaki itu tak sabar mendengar berita gembira itu.”
“Syarat pertama,” Ujar Aba Ishak, “jika kamu ingin bermaksiat pada Allah, jangan mengkonsumsi rezeki-Nya.”
Lelaki itu bingung dan berkata, “Lha, terus saya mau makan apa? Kan semua ini adalah rezeki dari Allah.”
“Kalau begitu, apa pantas kamu makan rezeki-Nya sedang kamu melanggar perintah-Nya?”
“Oke deh, syarat keduanya apa?”
“Kalau kamu mau bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya.”
“Hah? Waduh. Terus aku mau tinggal di mana? Bumi dan seisinya ini kan milik Allah.”
“Ya Abdallah, mikir dong, apa kamu pantes makan rezki Allah dan nge-kos di bumi-Nya sedangkan kamu bermaksiat pada Allah.”
“Ya... iya deh. Terus syarat ketiganya apaan?”
“Kalau kamu mau bermaksiat kepada Allah, tapi juga ingin memakan rezki-Nya dan tinggal di tempat-Nya, bermaksiat-Nya di tempat yang nggak diliat-Nya aja.”
“Ya Ibrahim. Ini nasehat macam apa? Mana mungkin saya ngumpet di tempat yang tidak dilihat-Nya.”
“Nyerah deh. Syarat keempatnya apa?”
“Kalau malaikat maut datang menjemput kamu, bilangin ke dia, “nanti aja matinya. Saya masih mau tobat dan beramal saleh dulu.””
“Ya Ibrahim, mana mungkin malaikat mau nurut omongan saya.”
“Lha, kalo kamu sadar bahwa kematian nggak bisa ditunda, terus jalan apa yang bisa membuat kamu keluar dari murka Allah?”
“Ya sudah, sekarang syarat kelimanya.”
”Nanti di akherat, kalau malaikat Zabaniyah datang untuk membawa kamu ke neraka, jangan ikut sama dia.”
“Ya Aba Ishak. Mana mungkin malaikat Zabaniyah menerima keberatan saya.”
“Kalau begitu, gimana lagi supaya kamu bisa selamat dari murka Allah?”
Lelaki itu kemudian menangis. “Ya Ibrahim, cukup ... jangan kau teruskan lagi. Saya akan bertaubat nasuha kepada Allah.”
Lelaki itu menepati janji. Semenjak itu ia bertaubat dan menjalankan perintah Allah.

Fernando by Muslimmuda

Sabtu, 20 Juni 2009

Asma'ul Husna


ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)

Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.
Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180)

Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.(Islam.net)

1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3
2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3
3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11
4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1
5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23
6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23
7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23
8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62
9 al-Jabbaar Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari Al-Hasyr: 23
10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23
11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16
12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24
13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24
14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235
15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16
16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8
17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58
18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26
19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29
20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245
21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26
22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi
23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83
24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26
25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26
26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1
27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4
28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48
29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115
30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14
31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18
32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235
33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4
34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89
35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30
36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34
37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9
38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57
39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85
40 al-Hasiib Yang Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6
41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27
42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40
43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52
44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61
45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268
46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18
47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14
48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15
49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52
50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117
51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114
52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102
53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52
54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58
55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45
56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131
57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94
58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13
59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27
60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50
61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68
62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111
63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11
64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8
65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73
66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133
67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1
68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2
69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20
70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42
71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28
72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42
73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3
74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3
75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3
76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3
77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11
78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9
79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28
80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16
81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22
82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99
83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207
84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26
85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27
86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47
87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26
88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267
89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48
90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi
91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17
92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11
93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35
94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54
95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117
96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73
97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23
98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10
99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi



(Asma Allah by Sami Yusuf youtube)

Rabu, 10 Juni 2009

Hidup Itu Indah


Dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering merasa hidup
begitu menekan dan sulit. Berbagai pekerjaan membuat kita
melewati hari demi hari dalam stres yang tak berkeputusan.
Berbagai masalah membuat kita tak mampu lagi melihat hal-hal
yang indah dan menarik dalam hidup. Bahkan kadangkala ada
juga orang yang begitu putus asa sehingga mencoba mengakhiri
hidupnya sendiri. Kalaupun tidak seekstrim itu, banyak orang
menjadi seperti robot. Melewati hari demi hari dalam rutinitas.
Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.

Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap
melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah
berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan
langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Ini
membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena didalamnya
terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia
tetap hidup.

Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita
akan mati sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa.
Ini menunjukkan bahwa hidup menjadi berharga karena kita
melakukan sesuatu; berbuat sesuatu seperti untuk menikmati
segala hal dalam hidup ini dengan sukacita dan kita juga
senantiasa hidup dalam kebenaran dan keadilan, dengan tetap
menjaga hidup kerohanian kita.

Semua hal ini memberi penjelasan kepada kita, bahwa keindahan
hidup tidak diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga
diukur dari kaya miskinnya orang, tetapi dari bagaimana ia
mengisi hidupnya.

Hidup menjadi berarti jika kita mengisinya dengan kerja
dan usaha tentang hal hal yang baik. Yang paling penting
dari semua itu adalah meskipun hidup ini siasia, tetapi
hidup ini adalah pemberian Tuhan. Maka selama kita hidup
nikmatilah hidup kita dengan kerja, sukacita dan harapan.
Hanya dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup,
pendek atau panjang umur kita. Kita dapat menikmati keindahan
hidup, kaya atau miskin keadaan kita. Karena hidup adalah
Anugerah.

Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap
melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak pernah
berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancangkan
langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya.
Ini membuktikan bahwa hidup manusia itu berharga karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk
membuat manusia tetap hidup.

(Fernando by Eric Erianto, eric_boy20@y...)

Selasa, 02 Juni 2009

Berkacalah Pada Diri Sendiri


Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang
tak terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri
sendiri. Akan anda temukan bayangan yang tak terhingga.
Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa; ketakterbatasan
yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri.
Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat
kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan
saja. Dan ini akan menjerumuskan anda ke dalam jurang
kekecewaan.

Anda bukan orang lain. Anda adalah anda yang memiliki jalan
keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah
anda. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada
kekuatan yang akan membawa anda ke puncak keberhasilan.

(Fernando by Raymond Erwin, raymonde@i...)

Senin, 18 Mei 2009

RENCANA ALLAH PASTI INDAH




Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang
menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di
lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia
lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam
sesuatu di atas sehelaikain. Tetapi aku memberitahu
kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan
berkata dengan lembut:
"Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu
menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai,
kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan
ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.
"Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan
putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa
saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "
Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat
bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang
pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh
indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya,
karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-
benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,"Anakku,
dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi
engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini
sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu
hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari
atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat
ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang
Engkau lakukan?" Ia menjawab : " Aku sedang menyulam
kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya
hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam,
mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?
"Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan
pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu
dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke
sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu
akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.
"Subhanallah...
Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah
Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.
Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan
kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai
kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun
itu. Amin.
Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran
kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur
segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan
saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan,
tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin
dapat kita ubah. mari kita senantiasa bertawakkal
kepada Nya. Wassalamualaikum wr wb.
(Fernando by Ilmi)

Kamis, 30 April 2009

Postingan yang tidak disukai

HIKMAH KEMATIAN

Seperti yang tercantum dalam ayat “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan” (QS. 29:57), tiap orang yang hidup dimuka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang–orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya didunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa atas kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Qur’an tentang perilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini: Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesunggunhya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8).

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal–hal yang bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berfikir tentang; dimana mereka akan kuliah, diperusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan esok pagi. Apa yang akan dimasak atau makan malam nanti, hal–hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang dirinya yang tidak menyenangkan ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya.

Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain disekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!.

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang Anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat Anda mengembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, Anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Ini adalah kesudahan cerita Anda. Mulai saat ini. Anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan dikuburan. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorangpun dari generasi Anda yang masih hidup dimuka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara hal ini terjadi didunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah Anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi disekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan diluar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi disekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Singkatnya, “onggokan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, Anda – atau lebih tepatnya, jiwa Anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas Anda berakhir. Sedangkan sisa dari Anda – tubuh Anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi ?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian diatas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting.

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi dalam tubuhnya. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak perduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Semua orang berfikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Tidak pernah terpikirkan oleh manusia bahwa Koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini. Anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan untuk membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin Anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya: Katakanlah: “lari itu sekali-kali tidak berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Tubuh datang kedunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat dibawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja. (Fernando dari harun yahya.com)

Selasa, 14 April 2009

Berani Mencoba

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun ?"..."Haa ??", kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya ?"

"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari ?"..."Delapan puluh ribu empat ratus kali ? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini ?" jawab jam penuh keraguan.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"..."Naaaah, kalau begitu, aku sanggup !" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik....Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu berat.
Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Kita pernah mencobanya.

(submitted by umu)

Senin, 06 April 2009

Cerita tentang katak kecil

Membaca postingan saudara Ane Bongjun dari Natuna beberapa hari yg lalu menceritakan kegigihan pamannya dalam memajukan desanya mengingatkan Ane dengan sebuah artikel kiriman teman Ane dipesantren ketika ia sedang ngaji di Yaman, isinya sebagai berikut : ....

Pada suatu hari ada segermbol katak-katak kecil,....
....Yang menggelar lomba lari
Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta....
Perlombaan dimulai....
Secara jujur:
Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.
Terdengar suara:
"oh, jalannya terlalu suliittt !!
Mereka tidak akan sampai ke puncak".
atau:
"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!
Katak2 kecil mulai berjatuhan satu persatu...
...Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi...
dan semakin tinggi...
Penonton terus bersorak
"Terlalu sulit !! Tak seorangpun akan berhasil!!"
Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah...
...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...
Dia tak akan menyerah !
Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara.
Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mecapai puncak !
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya ?
Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan ?
Ternyata...
...Katak yang menjadi pemenang itu TULI !!!!
Kata bijak dalam cerita ini adalah:
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...
...Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu !
Karena itu:
Tetaplah selalu POSITIVE !
Dan yang terpenting:
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu !
Selalu berpikir: I can do this !
Kirim pesan ini kepada temanmu.
Berikan mereka motivasi !!! Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.

Senin, 30 Maret 2009

Berhentilah Anda Mengeluh

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan untuk mengubah dunia.
Layakkah anda berkesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda membenahi sesuatunya.

Apakah anda bermaksud menyianyiakan semua itu, lantas menyingkirkan beban dari pundak anda? Jangan! Jangan biarkan semua kekuatan yang ada pada diri anda terjungkal hanya karena anda berkeluh kesah. Ayo, tegarkan hati. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena tak tahu apa jawaban atas persoalan anda.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan anda. Ambillah nafas dalam - dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada di dalam benak anda.
Lalu temukan lagi secercah sinar di balik awan galaksi. Dan, mulailah mengambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda.
Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi mengeluh.
Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian, apakah anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup?

Rabu, 11 Maret 2009

Mahallul Qiyam (Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Mahallul Qiyam
(Bacaan saat berdiri)

"Alam bersinar-seminar bersuka ria
menyambut kelahiran al-Musthofa Ahmad
riang genbira meliput penghuninya
sambung menyambung tiada hentinya

bergembiralah wahai pengikut Al-Qur'an
burung-burung kemujuran kini berkicauan
bersuluhlah dengan sinar keindahan
mengungguli semua yang indah tiada bandingan

kini wajiblah bersuka cita
dengan keberuntungan yang terus menerus tiada habisnya
manakala kita beroleh anugerah
padanya terpadu kebanggaan abadi

bagi Tuhanku segala puji
tiada bilangan mampu mencakupnya
atas penghormatan dilimpahkan-Nya bagi kita
dengan lahirnya al-Musthafa al-Haadi Muhammad

Ya Rasulullah, selamat datang ahlan wa sahlan
sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu

Ya Ilahi, Ya Tuhan kami,
semoga Engkau berkenan memberi nikmat karunia-Mu
menyampaikan kami ketujuan idaman
demi ketinggian derajat Rasul disisi-Mu

tunjukilah kami jalan yang ia tempuh
agar dengannya kami bahagia beroleh kebaikan melimpah
Rabbi, demi mulia kedudukannya disisi-Mu
tempatkanlah kami disebaik tempat, disisinya

semoga sholawat Allah meliputi selalu
Rasul termulia: Muhammad
serta salam terus-menerus
silih berganti setiap saat..."

Kamis, 26 Februari 2009

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?



Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada
ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si
anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu
menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada
alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap
bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia
dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula,
ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah
yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui
masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah
air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih
hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.


(Buat Ibundaku Tercinta)

Sabtu, 21 Februari 2009

Bersikap Apa Adanya.


Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena
beban terlalu berat; atau kekuatan tak memadai. Namun, karena
tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak
memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda
kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka
jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama
membutuhkan satu hal yang sama; yaitu keakraban di antara
orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling
menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam
kejujuran dan sikap terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak
dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak
seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya.
Mengapa? Karena ada detak kehidupan alam di sana. Hidup dalam
kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura
sama saja membohongi hidup itu sendiri. Anda bisa memilih
untuk hidup apa adanya; dan berhak menginjakkan kaki di bumi
ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.

Kamis, 19 Februari 2009

Apa perbedaan Boss dan Pemimpin ??



Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka
tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss.

H. Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat
perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store
terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi
seorang 'pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'.

Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.
Bagaimana dengan Kita....? Bukankah setiap orang itu pemimpin buat
dirinya masing-masing...

Minggu, 01 Februari 2009

Advertisement

Jalin ukhuwah untuk tingkatkan dakwah

Tartil