Advertisement

Kamis, 30 April 2009

Postingan yang tidak disukai

HIKMAH KEMATIAN

Seperti yang tercantum dalam ayat “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan” (QS. 29:57), tiap orang yang hidup dimuka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang–orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya didunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa atas kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Qur’an tentang perilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini: Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesunggunhya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8).

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal–hal yang bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berfikir tentang; dimana mereka akan kuliah, diperusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan esok pagi. Apa yang akan dimasak atau makan malam nanti, hal–hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang dirinya yang tidak menyenangkan ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya.

Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain disekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!.

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang Anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat Anda mengembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, Anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Ini adalah kesudahan cerita Anda. Mulai saat ini. Anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan dikuburan. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorangpun dari generasi Anda yang masih hidup dimuka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara hal ini terjadi didunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah Anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi disekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan diluar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi disekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Singkatnya, “onggokan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, Anda – atau lebih tepatnya, jiwa Anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas Anda berakhir. Sedangkan sisa dari Anda – tubuh Anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi ?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian diatas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting.

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi dalam tubuhnya. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak perduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Semua orang berfikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Tidak pernah terpikirkan oleh manusia bahwa Koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini. Anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan untuk membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin Anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya: Katakanlah: “lari itu sekali-kali tidak berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Tubuh datang kedunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat dibawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja. (Fernando dari harun yahya.com)

Selasa, 14 April 2009

Berani Mencoba

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun ?"..."Haa ??", kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya ?"

"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari ?"..."Delapan puluh ribu empat ratus kali ? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini ?" jawab jam penuh keraguan.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"..."Naaaah, kalau begitu, aku sanggup !" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik....Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu berat.
Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Kita pernah mencobanya.

(submitted by umu)

Senin, 06 April 2009

Cerita tentang katak kecil

Membaca postingan saudara Ane Bongjun dari Natuna beberapa hari yg lalu menceritakan kegigihan pamannya dalam memajukan desanya mengingatkan Ane dengan sebuah artikel kiriman teman Ane dipesantren ketika ia sedang ngaji di Yaman, isinya sebagai berikut : ....

Pada suatu hari ada segermbol katak-katak kecil,....
....Yang menggelar lomba lari
Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta....
Perlombaan dimulai....
Secara jujur:
Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.
Terdengar suara:
"oh, jalannya terlalu suliittt !!
Mereka tidak akan sampai ke puncak".
atau:
"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!
Katak2 kecil mulai berjatuhan satu persatu...
...Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi...
dan semakin tinggi...
Penonton terus bersorak
"Terlalu sulit !! Tak seorangpun akan berhasil!!"
Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah...
...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...
Dia tak akan menyerah !
Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara.
Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mecapai puncak !
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya ?
Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan ?
Ternyata...
...Katak yang menjadi pemenang itu TULI !!!!
Kata bijak dalam cerita ini adalah:
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...
...Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu !
Karena itu:
Tetaplah selalu POSITIVE !
Dan yang terpenting:
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu !
Selalu berpikir: I can do this !
Kirim pesan ini kepada temanmu.
Berikan mereka motivasi !!! Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.

Advertisement

Jalin ukhuwah untuk tingkatkan dakwah

Tartil