Advertisement

Kamis, 30 Juli 2009

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

(Fernando by Viona)...foto diatas kali ini bukan hasil rekayasa, melainkan hanya diperkecil saja hahahaha

Minggu, 19 Juli 2009

Dirikanlah Sholat




Sudahkah Anda Sholat?, kata -kata itu sering kita dengar beratus - ratus kali bahkan beribu – ribu kali. Sering kali kita menganggap bahwa sholat adalah sebagai ritual saja atau kewajiban sebagai makhluk semata bukan menjadi suatu kebutuhan dalam diri kita, sehingga cenderung bermalas - malasan dalam menjalankannya.

Dahulu ketika kita masih kecil Orang Tua kita begitu disiplin dalam mendidik anak-anaknya untuk sholat, sedangkan kita tidak tahu untuk apa sholat dilaksanakan, sang anak bertanya kepada Ibunya,"Ibu, kenapa sih kita harus sholat?", dengan jawaban yang sederhana sang ibu menjawab "Sholat adalah tiang agama nak, dan besok yang dinilai amaliah pertama kali di akhirat kelak adalah sholat kita", sang anak masih bingung.

Seiring dengan waktu sehingga bertambahnya ilmu serta kedewasaan berfikir, sang anak tersebut perlahan mulai merasakan hikmah dibalik sholat yang selama ini ia lakukan hanya sebagai ritual kewajiban semata, benar kata ibuku bahwa sholat adalah tiang agama, sholat dapat menahan diri dari perbuatan jelek serta kemungkaran.

Pada saat ini bangsa kita terkenal dengan bangsa yang korup, bangsa yang kejam dsb bangsa kita runtuh oleh ulah tangan – tangan orang yang tak bertanggung jawab, tetapi apakah mereka tidak melaksanakan sholat?. kebanyakan mereka juga melaksanakan sholat tetapi hanya melakukan sebagai ritual kewajiban saja.

Diantara sholat yang benar selain dari syarat rukunnya adalah mampu menghadirkan diri kita menghadap kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa (khusyu’) sehingga terjadi dialog antara makhluk kepada Sang kholiq, Tuhan tidak jauh bahkan sangat dekat dari yang kita bayangkan,

Adapun seseorang yang mengamalkan atau menjalankan sholat dengan benar akan selalu mendapatkan bimbingan serta petunjukNya, otomatis setiap perilaku dan tindak tanduknya akan selalu terjaga dari tindakan tercela dan dosa.

Sholat adalah do’a, sholat dapat menahan diri dari perbuatan jelek serta kemungkaran , sholat adalah penyembuh dari jiwa – jiwa yang sakit.
Sekali lagi benar kata sang ibu bahwa, "besok yang dinilai amaliah kita pertama kali di akhirat kelak adalah sholat kita nak", So sudahkah kita melaksanakan sholat dengan benar?...Sudahkah Anda Sholat?



Fernando by Mom

Jumat, 17 Juli 2009

bekal kematian



bagaimana dengan kita
bila kematian merenggut hidup kita
sementara kita masih merajut dosa
merenda maksiat

bagaimana dengan kita
jika malaikat maut menjemput dengan paksa
sementara kita sedang di puncak gairah
bersama pasangan ilegal kita

bagaimana dengan kita
kalau saja ajal datang tanpa kompromi
sementara kita sedang sakauw
dengan segenggam putauw

bagaimana dengan kita
jika kematian membuyarkan semua harapan
sementara kita masih berjalan
dalam kegelapan tanpa arah

bagaimana dengan kita
kalau ajal menghentikan kenikmatan hidup
sementara kita masih mengumbar kesombongan
dan masih alergi dengan kebenaran

bagaimana dengan kita
ketika Allah mengambil nyawa kita
sementara kita tak pernah mengingat-Nya
bahkan terbiasa menantang-Nya

bagaimana dengan kita
saat jasad ditinggal ruh
padahal kita masih betah menjahit kedengkian
sangat bernafsu menyebar hasad

bagaimana dengan kita
ketika badan tanpa nyawa menuju ke liang kubur
padahal kita masih membenci kebenaran
bahkan bernafsu membungkam penyerunya

bagaimana dengan kita
saat sang malakul maut mencabut nyawa
sementara bekal tak pernah kita miliki
hanya dosa yang menggunung

bagaimana dengan kita
saat keranda jenasah kita
diusung diiringi tangisan keluarga
sementara yang kita miliki hanya segunung dosa
apa bekal kita?
haruskah menderita dalam kehidupan abadi?
Naudzubillahi min dzalik.



(Fer By Najm)

Advertisement

Jalin ukhuwah untuk tingkatkan dakwah

Tartil