Advertisement

Selasa, 17 Agustus 2010

Nikmat Kemerdekaan Ini Janganlah Kita Sia - siakan

Merdekaa...Merdekaa...Merdekaa !!
Pekik kemerdekaan terdengar dimana-mana, dari dunia nyata hingga dunia maya, jika hari ini kita merayakan hari kemerdekaan kita yang ke 65, maka sudah pasti kita mengingat jiwa patriotisme para pejuang kita dan kesengsaraan hidup bangsa kita pada waktu itu.
Sekarang kita telah menikmati kemerdekaan bangsa kita sejak tahun 1945, kebetulan pada perayaan 17 Agustusan tahun ini bertepatan dengan Ramadlan 1431 H, dimana bulan ini kita dibina agar lebih memiliki sifat sensitif dan peka terhadap sesama, apakah benar bangsa kita sudah merdeka, apakah warga non muslim dapat merdeka melaksanakan ibadahnya seperti yg tertera dalam Piagam Madinah dan apakah saudara kita sesama muslim sudah benar-benar merdeka ?.

Berikut adalah beberapa kisah saudara kita di Palestina yg masih hidup dalam penjajahan Zionis Israel, sebuah surat masuk akun facebook saya dari grup PISS-KTB yg dikirimkan oleh saudara Ganjar Aja Setiawan, pada tanggal 30 Juni, jam 22:48, Disalin dari sebuah pesan yg dikirimkan salah seorang member http://dtjakarta.or.id/, dari Abdullah Gazza City.

Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.

Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.

Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.

Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.

Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada Madrasah atau SD Islam seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)

Semoga saja sudara - saudara kita disana bisa menikmati dan menjalankan ibadah puasa Ramadlan dengan khusyu' dan tenang, tetaplah berjuang saudaraku...merdeka atau mati...Allahu Akbar !!

Rabu, 04 Agustus 2010

Bersiap Menuju Ramadlan 1431 H / 2010 M


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (Al-Baqarah:183)

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setiap akhir sya'ban dan akan berjumpa dengan Romadlan, saya selalu teringat akan tulisan guru yg sekaligus kakak saya di tembok depan Pondok pesantren saya, bukan karena beliau usil atau bertindak yg aneh - aneh dikarenakan saat itu tidak adanya papan pengumuman berukuran besar dan hanya disitulah tembok yg bentuknya rata karena memang bangunannya sudah kuno dan sangat lama, yaitu sebuah hadits Rasulullah:
- Man shoma romadhona imanan wahtisaban, ghufirolahu ma taqoddama min dzanbih.
- Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosanya yang telah lalu. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Terima kasih Gus karena hal itu selalu terbayang dalam ingatan saya, sebuah metode pengajaran tersendiri bagi saya yg memang kebetulan kurang begitu betah jika berlama - lama duduk dibangku kelas atau duduk bersila dengan bersanding kitab - kitab tebal

Didalam kitab Ihya Ulumuddin karangan Al Imam Al Ghazali, beliau menerangkan bahwa puasa terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu puasa yang umum, puasa yang spesifik, dan puasa yang paling spesifik.
Puasa yang umum adalah menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang.
Tingkatan puasa yang kedua, adalah mengontrol pandangan, mengontrol lidah, tangan, kaki serta pendengaran untuk menghindar dari perbuatan buruk dan dosa.
Sedangkan tingkatan puasa yang ketiga adalah puasa hati.



Diantara kita mungkin ada yang bertanya, ”bagaimana cara melakukan puasa hati?” Arti dari puasa hati adalah berusaha menjaga hati kita agar berpuasa dari keinginan melakukan kemaksiatan dan sekaligus mengisi hati kita dengan hanya mengingat Allah seperti dengan berdzikir, membaca Al Qur’an, serta berdo’a.
Adapun mereka-mereka yang terbiasa melakukan puasa hati selalu berusaha mengosongkan isi hatinya kecuali hanya ada Allah disana. Tak ada nama seorangpun dihatinya, tak ada ayah, tak ada ibu, tak ada uang, tidak ada jabatan, tak ada tgas pekerjaan, tak ada hingar bingar keduniawian, tak ada apapun juga kecuali hanya ada Allah didalam hatinya.
Marilah kita mencoba merasakan puasa seperti ini, meskipun hanya satu jam, atau cuma setengah jam, atau bahkan cuma semenit kalau kita tak mampu melakukannya, maka tangisilah diri kita yang begitu lemah.



Marilah kita tingkatkan kualitas ibadah kita pada bulan Ramadhan tahun ini. Waspadalah, karena bahwa belum tentu kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan pada tahun depan.

Saatnya bertemu kembali dengan teman - teman lama saya di Masjid


"Marhaban Ya Ramadlan"

Advertisement

Jalin ukhuwah untuk tingkatkan dakwah

Tartil